Menu

Ini Skema Bantuan Dana untuk UMKM

UMKM - Rabu 8 Juli 2020 | 08:00 WIB
Ilustrasi Kerajinan Tangan (Foto : Istimewa)

BRILIAN -  Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menyerap 97 persen dari total tenaga kerja.Pada 1998 dan 2008, UMKM termasuk tangguh bertahan di tengah krisis.

Upaya UMKM dalam bertahan memerlukan dukungan dari pemerintah yang kemudian merespon dengan sejumlah program. Direktur Sistem Manajemen Investasi Ditjen Perbendaharaan Djoko Hendratto mengatakan pemerintah merespon kondisi pandemi dengan berbagai program untuk pemulihan ekonomi nasional, baik dari segi demand (penasaran) maupun supply (permintaan).

"Untuk demand side, seperti program perlindungan sosial, diberikan sebesar Rp205,20 triliun, sedangkan untuk supply side 384,4 triliun," kata Djoko.

Stimulus UMKM yang diberikan antara lain berupa relaksasi kredit dan subsidi bunga yang menjadi bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Djoko menyebutkan bahwa salah satu program PEN untuk supply side ini adalah lewat subsidi bunga UMKM yang mencapai Rp35,28 triliun dengan target 60,66 juta debitur.

Subsidi bunga ini diberikan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 65/PMK.05/2020 tentang Tata Cara Pemberian Subsidi Bunga/Subsidi Margin untuk Kredit/Pembiayaan UMKM dalam Rangka Mendukung Pelaksanaan Program PEN

"Skema pelaksanaan subsidi bunga ini didesain untuk menjamin ketepatan sasaran, mempertanggungjawabkan kepada masyarakat selaku pemilik dana, serta mengawal risiko. Dengan berbasis data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan mendistribusikan subsidi bunga," kata dia.

Para penyalur sebagai mitra pemerintah dikerahkan untuk menjangkau debitur dan memfasilitasi penyaluran datanya.

Jumlah dana dan potensi debitur penerima yang besar itu dikelola melalui sistem yang memanfaatkan teknologi informasi yaitu Sistem Informasi Kredit Program (SIKP).

Melalui sistem ini, pemerintah melakukan screening peneriman dan registrasi debitur penerima dengan dibantu konfirmasi oleh penyalur. Pemerintah kemudian menempatkan dana melalui virtual account debitur yang "dipegang" oleh penyalur.

Dengan sistem ini, tidak ada satu pun intervensi kepentingan yang dapat mempengaruhi dalam penentuan penerima, sehingga tepat sasaran, menjamin transparansi dan akurasi penerima by name by address.

"Program ini sudah berjalan, semoga terus berjalan baik dan dapat semakin luas," harap Djoko.

Djoko menegaskan bahwa pelaksanaan skema dikawal oleh aparat pengawasan dan penegak hukum untuk meminimalkan potensi moral hazard dan ekses lain di luar soal data. "Skemanya sendiri sudah diupayakan untuk menjamin ketepatan sasaran (penerima/debitur) by name by address. Penyalurnya juga sudah tercatat di OJK. Besaran datanya sendiri bisa dikawal publik," jelasnya.

RZ/RF

Cari Berita

Lupa Password
CRASH REPORT
*maksimal 1000 karakter
*data pelapor dirahasiakan
WHISTLE BLOWER
*maksimal 1000 karakter
*data pelapor dirahasiakan
HELP
*maksimal 1000 karakter
*data pelapor dirahasiakan
Ganti Foto
Foto saat ini
Maks ukuran foto 2MB
Warning!
Silahkan Lengkapi Data Terlebih Dahulu!
Kredit Usaha Rakyat

Kredit Usaha Rakyat

Jumlah Pinjaman

Rp.

Suku Bunga

Jangka Waktu

Estimasi Cicilan Bulanan

KUPEDES

KUPEDES

Jumlah Pinjaman

Rp.

Suku Bunga

Jangka Waktu

Estimasi Cicilan Bulanan

Kredit Modal Kerja

Kredit Modal Kerja

Jumlah Pinjaman

Rp.

Suku Bunga

Jangka Waktu

Estimasi Cicilan Bulanan

Kredit Investasi

Kredit Investasi

Jumlah Pinjaman

Rp.

Suku Bunga

Jangka Waktu

Estimasi Cicilan Bulanan

Kredit Kendaraan Bermotor

Kredit Kendaraan Bermotor

Jumlah Pinjaman

Rp.

Suku Bunga

Jangka Waktu

Estimasi Cicilan Bulanan

Kredit Pemilikan Rumah

Kredit Pemilikan Rumah

Jumlah Pinjaman

Rp.

Suku Bunga

Jangka Waktu

Estimasi Cicilan Bulanan

PENGAJUAN KREDIT
Cari Komunitas

Detail Pencarian

Cari Produk
search
Cari Video
search
Cari Pelatihan
search
Tambah Komunitas
Tambah Forum
Profil